....Berantas Tuntas : korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di muka bumi Indonesia..dan juga Bereskan Hukum di Negri ini dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya..jangan pernah buat bangsa ini menjadi bangsa yang terus "Ngaco!!!"....

Selasa, 01 Maret 2011

Puisi Indonesia

Puisi Indonesia ditulis oleh penyair Indonesia sejak lahirnya puisi hingga saat ini. Kapan puisi Indonesia lahir? Sejarah mencatat kelahiran puisi Indonesia sesuai dengan kelahiran sastra Indonesia yang disebut sastra lama yang lahir sekitar 1920. Dikatakan sastra Indonesia, sebab yang diungkapkan dalam bahasa Indonesia dan memiliki ciri khas kebudayaan Indonesia. Demikian pula puisi Indonesia adalah puisi yang disusun oleh orang Indonesia, diungkapkan dalah bahasa Indonesia, dan melukiskan ciri khas kebudayaan Indonesia. Jadi, bukanlah puisi Indonesia jika diungkapkan bukan dalam bahasa Indonesia meskipun berisi tentang kebudayaan Indonesia. Demikian pula bukan puisi Indonesia, meskipun diungkapkan dalam bahasa Indonesia kalau tidak berisi tentang kebudayaan Indonesia.
Puisi Indonesia dapat digolongkan berdasarkan kriteria berikut :

  1. Kriteria kurun waktu/jaman.
  2. Kriteria isi.
  3. Kriteria bentuk atau gaya pengungkapan yang kadang-kadang disebut pula dengan tipe.
Berdasarkan kurun waktu atau jamannya, puisi Indonesia dapat dibedakan menjadi puisi lama dan puisi (baru) modern. Dengan membagi puisi Indonesia berdasarkan kurun waktu atau jamannya, sebenarnya telah pula didasarkan pada bentuk dan sifatnya. Berdasarkan sifatnya, puisi lama merupakan milik bersama sehingga siapa pun yang mampu menghapalkannya, dialah yang memilikinya. Adapun berdasarkan dengan bentuknya, puisi lama pada umumnya berpola (terikat oleh beberapa aturan). Artinya, sebagian besar berbentuk cipta sastra yang diikat oleh berbagai aturan, seperti terikat oleh banyak baris, banyak kata atau banyak huruf. Akan tetapi, ada bentuk puisi lama yang tidak beraturan bentuknya, misalnya mantra.

Puisi baru atau modern sifatnya berbeda dengan puisi lama. Puisi baru jelas pengarangnya. Pengarangnya itulah sang pemilik karya. puisi baru berbentuk lirik yang menggambarkan cetusan perasaan pribadi pengarangnya. Puisi baru berbentuk cipta sastra yang tidak terikat oleh pola tertentu. Dengan demikian, sering puisi modern disebut pula dengan puisi bebas.

Ajip Rosidi membedakan puisi lama dan puisi baru ialah puisi lama berbentuk epik, sedangkan puisi baru berbentuk lirik. Kapankah bentuk puisi lama dengan puisi baru itu? Batas kurun puisi lama dan puisi baru sekitar 1920-an, tepatnya pada 1922 ketika diterbitkannya puisi "Tanah Air" karya Muhammad Yamin.
Penggolongan puisi Indonesia berdasarkan isi dan tujuannya adalah sebagai berikut.
  1. balada
  2. ode
  3. himne
  4. satire, dan
  5. epigran.
Balada adalah puisi yang berisi cerita yang serius dan berakhir dengan tragis. Misalnya, kematian, putus cinta, dan mendapat musibah atau bencana lainnya. Berikut contoh puisi balada.

Balada Penantian

Gadis yang dilewati kendaraannya merenda
depan jendela menggantungkan harimuka dan
anggur hidupnya pada penantian lelaki
petualang yang jauh pada siapa dulu telah 
ia serahkan kendaraannya yang agung.

Janjinya kembali di Tahun Baru belum juga terpenuhi
(lelaki itu tak punya pos dan pangkalan)

ia menanti depan jendela, dilewati kendaraannya.

Kereta mati membawa ibunya, di belakangnya
tiga Tahun Baru pula tiba.
Usia sendiri meningkat juga di tiap pemunculan bulan muda.

Ia menanti depan jendela, terurai rambutnya.

Kail cinta membenan pada rabu
dilahirkan ke lubuk-lubuk yang dalam
tiada terlepas juga dan tetes darahnya
diulur kembali ke dada.

Ia menanti depan jendela, tetes hujan
merambat di kaca

Adik-adiknya sudah dulu ke alter,
dada diganduli bayi dan lelaki
lukanya menandingi dirinya dari tiap pinangan pulang sia-sia.

Ia menanti depan jendela, ketuaan 
mengintip pada kaca

Kandungan hatinya mengilukan jumlah kata
seperti kesigupan gua
sebuah rahasia hitam, apa kepercayaan apa dendam
ditatapnya ujung jalan, kaki langit yang sepi
menelan segala senyumnya.
ia menanti depan jendela,
rambutnya mengelabu juga.

Dendamnya telah dibalaskan pada tiap
lelaki yang ingin dirinya
sebuah demi sebuah khayal merajai dirinya
makin bersilang parit-parit di wajah,
beracun bulu matanya
tatapan dari matanya menggua membakar ujung jalan
Ia menanti tidak lagi oleh cinta.

Ia menanti di bawah jendela, dikubur
ditumbuhi bunga bertuba.
Dendamnya yang suci memaksanya menanti disitu
dikubur di bawah jendela.
(W.S. Rendra, Ballada Orang-orang Tercinta)


Ode adalah puisi atau nyanyian berisi tujuan atau sanjungan terhadap pahlawan, negara, bangsa atau masalah-masalah yang dianggap penting. Dapat pula sebagai penghormatan kepada seseorang yang dianggap besar jasanya.
Contoh Puisi Ode berikut.

Aduh kekaasihku juwita kusuma
Di mana gerangan intan mutiara
Pusaka nenekku milik bersama
Hilang sahaya tiada terkira?

Buah hati puspa Padma
Buka dadamu molek dan dara
Supaya kulihat benda utama
Sorak seramai seluruh Sumatera.

O, Intan di dada perawan
Walau percaya tiada kelihatan
Sepantun bulan diliputi awan
Aduh Padma, emas tempawan

Oleh serimu, permata intan
Berdesir semangatku, dimabuk rawan.

Ketika tuan di dalam kandungan
Belum sejengkal, tiada bergaya
Sudahlah sedia sayang gerangan
Permata ini akan bercahaya.

Beta bertanya, kekasih imangan
Mengapa kipi tuan mulia-ya
Bermenung selalu, ditarik angin
Bermenung sahaja tiada berdaya?

Di dalam mimpi di tengah malam
Kulihat langit, hujan nirmala
Bertabur bintang, berseri silam
kemudian kejora di tengah kelam
Timbul berseri intan kumala
Menyinari bumi di atas alam
(Kemegahan: Pusaka bersama ialah "Bahasa" karya Muhamad Yamin)

Himne disebut juga nyanyian pujaan. Puisi yang bersifat suci, yang mengagung-agungkan Tuhan atau sesuatu yang dipersamakan dengan Tuhan karena memiliki sifat yang mengagungkan. Berikut contoh puisi himne.

Indah Permai bulan purnama
Cahayanya kemilau menimpa bumi
Daun berdesir melagukan sorga
Air beriak berlincah-lincah
Tuhan, Tuhanku
Karya besar kerajaan-Mu...!

Susah payah kata kucari
Memuji kasih-Mu berlimpah-limpah
Dalam bangsaku menghadapi bagya
Rahmat ini pun berderai-derai
Tuhan, Tuhanku
Benar-benar kemurahan-Mu...!
(Puji karya Aoh Kartahadimadja)

Satir ialah puisi yang mengandung sindiran. Berikut contoh Satir.

Bapak jadi hewan
tapi hewan bukan bapak
hewan kasih kepada anak.

Aku ratapi kemalangan
bapak bilang : Diam!
aku tak mau diam
dan kami bermusuhan.

Bapak jadi hewan 
tapi hewan bukan bapak
hewan kasih kepada anak.
(Bapak karya Abdul wahid Situmeang)

Epigran adalah puisi singkat yang tepat (tajam mengandung kebenaran). berikut contoh puisinya.

Siapa cinta anak,
jangan jual
tanah sejengkal.

Siapa cinta tanah air,
jangan lupakan
bunda meninggal

Siapa ingat hari esok,
mesti sekarang
mulai menerjang
(Pembakaran karya Ramadhan K.H)

Selain itu, penggolongan puisi berdasarkan isi dan tujuannya, ada pula penggolongan puisi Indonesia berdasarkan gaya dan pengungkapan (tipenya). Gaya pengungkapan dalam puisi Indonesia tidak berbeda dengan gaya pengungkapannya, puisi dapat dibedakan menjadi :
  1. puisi tipe naratif,
  2. puisi tipe deskriptif,
  3. puisi tipe reflektif, dan
  4. puisi tipe lirik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Loading...